Rabu, 30 Maret 2011

Superman Is Dead, Pee Wee Gaskin, dan Bondan Prakoso & Fade 2 Black. Band Indonesia Yang Berhasil Menembus Billboard

Satu persatu band Tanah Air menginvasi Billboard Uncharted. Setelah Superman Is Dead dan Pee Wee Gaskins yang lebih dulu masuk. Kini giliran Bondan Prakoso & Fade 2 Black turut meramaikan chart tersebut.

Superman Is Dead, Band Indonesia Pertama Yang Sukses Menembus Billboard!

 

Band punk rock asal Bali, Superman Is Dead mencetak rekor membanggakan dalam sejarah perkembangan musik populer di Indonesia sebagai band pertama yang berhasil menembus chart paling berpengaruh di dunia, Billboard.

Secara tak terduga, Superman Is Dead berhasil menembus posisi #23 di Billboard Uncharted, sebuah chart yang baru saja diluncurkan untuk pertama kalinya oleh Billboard pada 20 Januari lalu di Billboard.com.

“Di posisi No.23, band punk Bali Superman Is Dead berhasil menembus chart Billboard untuk pertama kalinya sejak terbentuk 15 tahun yang lalu. Band ini teken kontrak dengan Sony Indonesia di tahun 2003 dan hingga kini memiliki basis massa penggemar lebih dari 1,6 juta fans dari seluruh dunia di Facebook,” demikian dikutip dari rilis pers Billboard yang diterima Rolling Stone.

Seperti dijelaskan oleh Billboard, chart baru bernama Billboard Uncharted ini menggunakan teknologi pemeringkat bernama Heat Score, sebuah formula online yang mengekspos musik yang diputar via online streaming, page views dan jumlah fans yang ada menurut MySpace Music dan sumber-sumber lainnya yang berhasil dihimpun di antaranya via YouTube, Facebook, Twitter, Last.fm, ReverbNation, SoundCloud, iLike dan Wikipedia.

Billboard Uncharted akan menampilkan 50 artis dari berbagai genre musik (seperti Country, Rock, R&B/Hip-Hop, Latin, dsb.) yang harus terdaftar lebih dulu sebelumnya di MySpace Music dan belum pernah masuk sebelumnya ke dalam chart Billboard apapun agar memenuhi kualifikasi yang telah ditentukan. Pada berita yang sama sebelumnya, sempat ditulis bahwa Superman Is Dead merupakan artis Indonesia pertama yang berhasil menembus chart Billboard, yang benar mereka adalah band Indonesia pertama yang berhasil menembus Billboard Unchartered.
Anggun adalah artis keturunan Indonesia pertama yang berhasil mencapai posisi No.22 di Billboard Hot Adult Top 40 Tracks untuk lagu "Snow On Sahara" pada 5 September 1998 dan posisi No.16 di Billboard Hot Dance Club Play pada 22 Desember 1998 untuk lagu yang sama.

Setelah Itu Giliran Pee Wee Gaskins
 Pee Wee Gaskins, band pop punk Jakarta, baru saja menembus tangga lagu Billboard Uncharted, sebuah chart baru yang diluncurkan Billboard pada Januari lalu. Pee Wee Gaskins menempati posisi #42 dan menjadi band Indonesia kedua setelah Superman is Dead yang berhasil menembus tangga lagu ini. Superman is Dead sendiri menempati posisi #26 beberapa waktu lalu.

Seperti dijelaskan oleh Billboard, chart baru bernama Billboard Uncharted ini menggunakan teknologi bernama Heat Score, sebuah formula online pengekspos musik yang diputar via online streaming, page views, dan jumlah penggemar yang ada menurut MySpace Music dan sumber-sumber lainnya yang berhasil dihimpun oleh pihak Billboard. Sumber-sumber yang dimaksud antara lain adalah YouTube, Facebook, Twitter, Last.fm, ReverbNation, SoundCloud, iLike, dan Wikipedia.

Ketika diwawancara via telepon, frontman Alditsa Sadega yang biasa dikenal dengan nama Dochi, mengaku bahwa dirinya merasa sangat terkejut ketika menerima email dari pihak Billboard mengenai kesuksesan Pee Wee Gaskins dalam menembus Billboard Uncharted.

“Gue seneng banget, apalagi sebelumnya Superman Is Dead juga sudah masuk ke chart ini,” ujar Dochi. “Awalnya, kami semua nggak percaya sama email ini. Gue sempet bales email-nya dengan tulisan, ‘Is this email true? Is it official? Are we really on Billboard?’ Lalu mereka balas singkat, ‘Yes, this is official from Billboard, so it’s international.’”

Mengenai hal apa yang dapat merangsang kesuksesan band pengusung musik power pop ini di Billboard Uncharted, Dochi menjawab, “Selain karena support para Party Dorks (sebutan untuk penggemar Pee Wee Gaskins), kami bisa masuk Billboard Uncharted juga karena rasa penasaran orang-orang tentang apa Pee Wee Gaskins itu. Bagus atau tidak? Mau suka apa benci? Mereka-mereka yang sedang memilih bagaimana harus bersikap juga membantu statistik kami sampai kami bisa masuk ke chart itu.”

Menurut Dochi, ada satu hal lagi yang membuat Pee Wee Gaskins semakin gembira, yaitu sebuah fakta bahwa mereka berada di satu chart yang sama dengan band favorit mereka, Enter Shikari. Ajaibnya, posisi Enter Shikari berada di #44, atau dua peringkat di bawah Pee Wee Gaskins.

Dan Kini Giliran Bondan Prakoso dan Fade2Black Bertengger di Billboard Uncharted
Setelah Superman is Dead satu bulan lalu dan Pee Wee Gaskins satu minggu lalu, kini giliran Bondan Prakoso & Fade2Black yang memasuki ranah Billboard Uncharted.

Bondan Prakoso & Fade2Black menempati posisi 44 ketika pertama kali masuk ke tangga lagu ini, tapi pada minggu kedua posisi mereka naik 13 peringkat ke 31, tepat di atas komposer terkenal asal Prancis, Yann Tiersen. Sedangkan Superman is Dead dan Pee Wee Gaskins kini bertengger di posisi 36 dan 44.

Ketika diwawancarai oleh Rolling Stone Indonesia via telepon, Bondan Prakoso menjelaskan bahwa dia baru mengetahui kabar ini tiga hari yang lalu dan spontan terkejut dengan prestasi ini. Bondan juga mengaku dirinya tidak tahu menahu bahwa Superman is Dead dan Pee Wee Gaskins sudah lebih dulu berada di chart bertaraf internasional ini.

Bondan menjelaskan, “Dari awal kami muncul, kami selalu dipandang sebelah mata oleh industri musik mainstream Indonesia. Tapi kami tidak peduli, asal kami bisa berkreasi dengan jujur. Kami juga tidak pernah terpengaruh oleh tren. Makanya gue kaget sekali saat menerima kabar ini. Kami bisa masuk ke chart ini juga karena penggemar yang terus membuka situs atau laman kami di beberapa media sosial. Kami dari dulu sadar kalau peran penggemar itu sangat besar, maka kami selalu mencoba berinteraksi dengan mereka.”

“Di era industri musik yang seperti ini, kami sadar kalau kontribusi penggemar yang loyal itu sangat penting. Kami memanfaatkan dunia maya sebagai alat untuk me-maintain hubungan kami dengan penggemar. Komunikasi langsung sering kami lakukan dengan para penggemar melalui akun Facebook dan Twitter kami. Ada dua personel dari Bondan Prakoso & Fade2Black yang langsung mengelola akun kami di Facebook dan Twitter,” jawab Bondan ketika ditanya apakah ada perlakuan istimewa dari pihak Bondan Prakoso & Fade2Black untuk para Rezpector (sebutan untuk penggemar Bondan Prakoso & Fade2Black) sehingga band ini bisa meraih prestasi yang tinggi.

Mengenai aftermath dari masuknya Bondan Prakoso & Fade2Black ke Billboard Uncharted, Bondan menjawab, “Kami akan lebih semangat. Sama seperti penghargaan-penghargaan yang telah kami terima, ini akan menjadi pemacu semangat dalam berkarya. Ini semakin membuktikan bahwa tidak harus main musik mainstream untuk bisa survive. Kejujuran dalam berkarya itu lebih penting dan lebih berarti daripada hanya mengikuti tren saja.”

Semoga Makin Banyak Band Yang Mengharumkan Nama Indonesia Diajang Billboard!

Selasa, 29 Maret 2011

Pesan Jrx SID Untuk OutSIDers & Lady Rose

Seorang OutSIDer bertanya kepada Jrx:

Bli Jrx waktu di MTV Award kok mau bersalaman dengan personil-personil PWG?
Waktu itu bendera SID kan dibakar sama anak Party Dork, trus lambang OutSIDer ditiban oleh Party Dork. Bukankah itu suatu pelecehan?

Jawaban Jrx:

Sampai saat ini saya belum melihat dengan mata kepala sendiri kalau SID dilecehkan oleh kelompok yg kamu sebut diatas. Kalau saya melihat langsung, sudah pasti saya akan berada di garis depan untuk membela band saya sendiri.

Dunia Punk Rock tidak sama dengan dunia sinetron/infotaiment yg penuh dengan sensasi/negatifisasi murahan dengan bumbu saling fitnah tidak jelas. Daripada kamu mikirin hal-hal sampah diatas, mending kamu konsen ke masalah yg sebenarnya, kalau kalian memang punya banyak waktu dan energi untuk melawan sesuatu, kenapa tidak lawan musuh yg sebenarnya? Kebodohan, terorisme, fasisme, korupsi, dan penyeragaman. Berani?

Dan kalau memang ada yg membakar bendera Outsider kenapa tidak langsung diselesaikan masalahnya waktu itu juga? Kalian lakukan apa yg harus dilakukan tidak harus mengadu sana-sini seperti bayi.

Outsider jangan sampai menjadi kelompok anak ceneng yg gemar gosip tapi tidak berani berbuat apa-apa!

Minggu, 27 Maret 2011

Superman Is Dead Hati-Hati Berstatement, Tidak Dalam Bersikap

Fans Superman Is Dead yang saat ini banyak dan hampir seluruh Indonesia membuat seluruh personel SID berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan. Mereka khawatir banyak salah dalam menanggapi jika mengeluarkan pernyataan yang nantinya akan berdampak buruk.
"Dalam berstatement kita sangat berhati-hati, tapi kalau dalam bersikap enggak. Karena kita sudah tahu kapasitas kita seperti apa. Jadi kalau dengan fans base kita enggak pernah palsu, jadi kita selalu nunjukin aslinya, kalau berstatement kita memang lebih berhati-hati," ujar Jrx.
Kedekatan personel SID dengan fansnya membuat jalinan tersendiri dan tanpa ada perbedaan. Hal yang membuat Jrx tersentuh adalah ada penggemarnya yang menato tubuhnya dengan tulisan SID.
Bagi saya dengan kultur Indonesia itu sebuah hal yang luar biasa, gila tapi keren," ungkap penggebuk drum yang mempunyai banyak tato ini.
Kamu sendiri tato sudah berapa banyak? "Aduh saya nggak pernah menghitung tato saya, ini dimulai sejak 2 SMA," tukasnya.

Sabtu, 19 Maret 2011

Biography DEVILDICE

The Devil\
Formed in 1997 in the middle of sins and happenings of Kuta (Bali), Devildice was put together by Jerinx (guitar/vocal) and Kuzz (bass), and formerly used the name Culture On Fire, which chose to be cover version of Social Distortion, their favorite punk old skool band. With the help of friends in drum and guitar, Culture On Fire entertained the Bali underground music scene.

With Jerinx as the drummer and songwriter of Superman Is Dead (SID), gave this band the impression of a ‘halfhearted band’ and comfortable with the status of cover version band.

In 2002, Jerinx realized that he had many wrote many songs, which were not the character of SID songs but he could use them as songs of Culture On Fire, which was more dark than SID. He, then decided to be more serious in running his second band. After, there were few personnel changes and the rename of the band to be “Devildice”, eventually Jerinx and his friends released their first album ‘In The Arms Of The Angels’ in 2004. This album was produced independently with their own cash and label.

Now, with the formation of Jerinx (vocal/guitar), Kuzz (bass), Cash (guitar), T.R (drum), and Dr.F (trumpet), Devildice has performed in variety of music festivals, charity concerts, skate, surf, tattoos, and bike competitions at stadiums, beach, courts, bars, clubs in Bali.

Devildice has also been involved in few environment campaign projects, compilation album, skate video, surf video and many more.

In making music, Devildice is influenced by old ganster/mafia movies, kustome kulture, and the exotic of tropical punk.



Terbentuk 1997 di tengah keramaian dosa dan peristiwa di Kuta [Bali], Devildice yang dibentuk oleh Jerinx [gitar/vokal] dan Kuzz [bass] awalnya memakai nama Culture On Fire dan memilih menjadi band cover version Social Distortion, band punk old skool idola mereka. Dibantu oleh beberapa kawan yang mengisi posisi drum dan gitar, Culture On Fire rajin meramaikan acara-acara musik yang bersifat underground di Bali.

Kesibukan Jerinx yang juga drummer/penulis lagu di Superman Is Dead [SID] membuat Culture On Fire makin terproyeksi menjadi band yang 'agak kurang serius' dalam berkarir dan nyaman dengan status band cover version.

Tahun 2002, Jerinx menyadari ia punya banyak stok lagu yang tidak masuk dalam karakter SID namun bisa ia masukkan ke dalam karakter Culture On Fire yang lebih gelap. Ia pun memutuskan untuk lebih serius lagi menjalani proyek band keduanya ini. Setelah mengalami bongkar pasang personel dan perubahan nama menjadi Devildice, Jerinx dan kawan kawan akhirnya merilis mini album perdana Devildice 'In The Arms Of The Angels' tahun 2004 dengan biaya dan label sendiri.

Hingga kini [2009] Devildice yang diperkuat Jerinx, Kuzz, Cash [gitar], T.R [drum] dan Dr.F [trumpet] telah bermain di ratusan festival musik, acara amal, skate, surf, tattoos dan motor di stadion, pantai, lapangan, bar/club di Bali.
Devildice juga terlibat dalam beberapa proyek kampanye lingkungan, album kompilasi, skate video, surf video dan lain lain.

Dalam berkesenian, Devildice banyak dipengaruhi film-film gangster/mafia jaman dulu, kustom kulture dan eksotisme khas punk tropikal.

Dan Ini Adalah Beberapa Foto Mereka :





Jrx : Let The Devil Speak!

Biasanya saya menulis sesuatu yang positif, at least from my point of view, tapi kali ini i will let the devil in me speak. For once. This is my thoughts about how rock & roll culture as a part of, like it or not, plastic entertainment world should run in Indonesia. Dari masa ke masa, eksistensi kultur ‘rock’ sebagai bagian dari subkultur di Indonesia akhir-akhir ini bisa dikatakan makin kukuh berdiri- di area abu-abu yang makin memutih. Ter-tib nan santun. Memang ada banyak band ‘rock’ berbakat bermunculan diikuti dengan prestasi yang hebat: dihargai kritikus, dicintai fans dan didekati korporat yang siap mencetak wajah mereka di bilboard terbesar di kota-kota terpencil. But I’m missing something here. Sesuatu yang krusial, nilai terluhur dari sejarah rock & roll. Where’s the ‘dangerous’ part? There’s a huge main reason why rock & roll is associated as the devil’s music by the conservatives: It was born to kick some ass and make some changes.

Saya bukan ahli sejarah/etnologi musik, tapi sejauh yang saya pelajari di jalanan, correct me if I’m wrong; rock & roll diciptakan kaum kulit hitam (Chuck Berry, Ray Charles) untuk me-lawan perbudakan di tahun ‘30-an, lalu kaum kulit putih (Elvis, Jerry Lee Lewis) memakai rock & roll untuk melawan rasialisme dan kemunafikan di tahun ‘50-an. Berkembang terus untuk melawan perang di tahun ‘60-an (The Beatles, Jimi Hendrix) dan melawan birokrasi dan darah biru di tahun ‘70-an (The Clash, Sex Pistols).

Dan hampir semua pelaku rock & roll di era itu masuk dalam kategori ‘bermasalah’. Some were killed by psychotic fans, some killed themselves and some died from the self-destructive way of living they chose. Terlepas dari masalah moral dan benar tidaknya tindakan mereka, it’s yours to judge. Namun secara global, sema-ngat dan kadar ’bahaya’ itu makin lama makin luntur. Salahkan internet atau apapun, tapi di zaman sekarang, esensi menjadi semakin tidak penting. Untuk alasan apapun, saya lihat Indonesia makin hari makin dipenuhi rocker sopan yang selalu dan mencoba berada di area aman, yang setiap inci gerakan dan tindakannya harus sesuai dengan kesepakat-an moral ’masyarakat’-nya. Saya sama sekali tidak ada masalah dengan etika ’kesopanan’ dan ’ketimur-an’ selama ia berada di ruang dan waktu yang tepat.

But come on, for Tarantino’s sake, this is rock & roll we’re talking about! Entertain us with some real wild ride, please, on stage and off stage! There’s no such thing as ’Inilah rock & roll Indonesia yang sopan dan berbudi luhur’. Rock & roll adalah rock & roll, di mana dan kapanpun ia berada. Kenapa? Sesederhana karena rock & roll bukan hanya tentang mode dan strategi pemasaran. Ia bukanlah sebuah label yang bisa kita pakai untuk kepentingan bisnis semata. Ia mewakili sebuah semangat yang tak akan pernah mati untuk ‘menghajar’ sesuatu, apapun itu. Betul, dunia ini akan terus ber-evolusi, but some things are better real, and rock n roll is one of them.

Di Indonesia dan negara-negara lain hari ini, rock & roll menjadi sebatas label untuk terlihat ‘keren’. Ia ada untuk tidak melawan apa-apa, sebatas hiburan saja. Same shit with nationalism these days, it’s all about how to look/sound ‘cool’ dan untuk meraih simpati massa. Sensasi di atas esensi. Merasa bisa tapi tak bisa merasa. Big respect buat Iwan Fals dan Slank yang masih berani melawan sesuatu melalui jalur mainstream, dan bebe-rapa nama seperti Seringai, Efek Rumah Kaca dan Shaggy Dog yang melawan sesuatu di jalur semi-mainstream. Devil blessed them all. But still it’s not enough, di kala melihat TV atau majalah, saya merindukan sosok yang memiliki persona liar yang sebenarnya.

Bukan cuma di panggung atau di iklan. Saya sudah bosan dengan rocker-rocker sopan yang lebih memilih mengajak pacarnya berme-sraan di TV ketimbang menonjok wartawan infotainment yang menginjak-injak wilayah privasinya. Saya mengidamkan rocker jujur yang tanpa ragu sedetik pun mengakui adiksinya terhadap alkohol, seks dan obat-obatan. Ingin rasanya melihat sebuah band rock terlibat baku hantam dengan gerombolan radikal garis keras di sebuah tempat hiburan malam yang berusaha mereka hancurkan. Atau serunya membaca artikel tentang seorang rocker yang mengencani para supermodel, mencuri kokainnya dan mencampakkan mereka setelah menyadari bahwa dirinya seorang homoseksual. Saya memimpikan Indonesia memiliki sesosok rocker (entah laki atau perempuan) yang mempunyai sex appeal mahadahsyat yang membuat orang tua dan pacar kalian menahan nafas. Mungkin sekilas semua terdengar dangkal dan sebatas sensasi saja, but if you dig deeper, it’s all about statement.

Pernyataan bahwa rock & roll masih berbahaya. Rock & roll ada untuk membuat kita khawatir. Dan dari kekhawatiran, kekacauan dan kehancuran, kita bisa banyak belajar. So let them be wild, let them be free. Saya membayangkan betapa hebatnya jika semua pelaku subkultur Indonesia bersatu dan melawan kelompok fasis berjubah Tuhan dan membungkam mulut kaum elit tentang esensi moral dan kemerdekaan. Again, it’s all about statement. Berbahaya tidak harus selalu dikonotasikan dengan kekerasan dan machismo. Ketegasan dalam mengambil sikap, keberanian untuk membuat kesalahan, semangat untuk melawan arus dan mempertanyakan nilai-nilai. That’s dangerous. And we all learned from mistakes anyway. Apapun yang tidak membunuhmu akan membuatmu lebih kuat. Atau dalam bahasa rock & roll, whatever that doesn’t change you will make you stronger, either you’re dead or alive. Toh ke-salahan suatu saat akan membuat seseorang menjadi tahu apa makna dari hidup yang ia jalani. Jangan pernah takut untuk ‘dicap’ salah. Hidup ini bukan hanya hitam putih karena Superman sudah mati pada hari dia dilahirkan. Rocker dan pelaku subkultur lainnya, mereka adalah individu merdeka yang tidak bisa hidup hanya dengan mengikuti aturan yang dibuat oleh generasi sebelum atau sesudahnya. Kamu adalah generasimu sendiri. Make your own rules-. Terjang semua tembok penjara dan jadilah legenda untuk dirimu sendiri. Cheers!

Kamis, 17 Maret 2011

Tanggapan Jrx SID tentang Minuman Keras dan Masa Depan Indonesia

Memang banyak yang menentang tentang minuman keras yang membahayakan badan dan dibilang merusak masa depan dan moral anak bangsa?namun anggapan Jerinx sang drummer Superman Is Dead sangatlah berbeda,mari kita lihat perdebatannya dengan Zuhair Abdullah.


Zuhair Abdullah: mau tanya bli Jrx. memang kami semua tau kalo penyeragaman itu tidak baik, namun ada yang lebih berbahaya dari sekedar penyeragaman, ketika SID difoto memegang botol bir atau melalui simbol2 dan kode2 ataupun menyanyikan lagu yang kadang secara tidak langsung mengajak kita untuk mencicipi bir, menurutku itu lebih bahaya. padahal kita semuanya tahu kan dampak negatif dari bir, dan seberapa kuat publik figur bisa mempengaruhi baik gaya jidup, style, pemikiran, bahkan moral.
kalo memang BIr itu sudah hal wajar dan tidak bisa lepas dari SID, tlg jangan bawa2 kami untuk mencicipinya teriakkanlah hal2 positif melalui lagu2 kalian seperti yang sudah kalian teriakkan dengan lantang dalam masalah penyeragman, kepedulian lingkungan, dan moral. makasih, mohon diskusinya dari Bli...

Jrx: untuk menjadi manusia yg kuat dan bijak, kamu harus bisa menguatkan mental mu thd apa yg kamu anggap 'godaan'. mulailah semua dari diri sendiri. jgn karena kamu lemah malah orang lain yg kamu paksa mengikuti standar moral mu agar kamu tetap merasa 'suci'. kamu tidak harus mengikuti 100% apa yg idolamu lakukan/sampaikan. jadilah diri sendiri. contohnya, salah satu band favorit saya Bad Religion (band punkrock legenda) sejak dulu selalu meragukan eksistensi Tuhan, lalu apakah saya mengikutinya? tidak. tapi saya dan SID tetap respek akan konsistensi mereka dalam menyuarakan apa yg mereka yakini dan tidak melihat posisi saya terancam akan pendapat mereka. toh semua pilihan ada di tangan kita. ini hidup saya, bukan hidup mereka. ambil yg cocok, lepas yg tdk cocok.

oya, btw apa sih dampak negatif bir (selain bisa bikin perut gendut)? apa ada orang merampok karena bir? apa ada orang korupsi karena bir? apa ada orang menjual drugs karena bir? apa ada orang memperkosa karena bir? apa ada teroris membunuh karena bir? apakah benar bir adalah alasan utama seseorang melakukan kejahatan? bukan karena faktor ekonomi, nafsu jahat dan kurangnya pendidikan?

Rabu, 16 Maret 2011

Kisah Tato-tato di Tubuh Jrx SID

Jrx, penggebuk drum Superman Is Dead (SID), menyimpan filosofi di balik tato-tato yang melekat di tubuhnya. Sadar bahwa tato merupakan sesuatu yang krusial, Jerinx tak mau asal menaruh gambar tanpa makna dan nilai apa-apa. "Tato itu bakal saya bawa sampai mati. Jadi, harus punya makna yang dalam," ujar Jrx.
Karenanya, Jrx memilih motif tato yang dianggapnya punya nilai dan makna yang dalam. Tato bertuliskan "Grand Mom", misalnya, ia toreh ditubuhnya untuk mendedikasikannya kepada sang nenek.  "Nenek saya meninggal pas ulang tahun saya, sembilan tahun yang lalu, di bulan Februari," cerita Jerinx sambil menunjukkan tato di lengan sebelah kanannya.
Terus yang lainnya?  "Yang ini adalah judul lagu country yang dibawakan lagi sama Social Distortion yang liriknya bagus banget dan menyentuh banget bagi saya. Dan, yang ini adalah buat seseorang yang sangat spesial bagi saya, Lady Rose. Saya dedikasikan buat dia," katanya.  "Lalu ada naga karena shio saya naga," tambahnya, seraya mengatakan  bahwa tato-tato itu merupakan karya seniman-seniman  tato luar dan dalam negeri.
Bahkan, Jrx juga mengabadikan runtuhnya menara kembar WTC dalam tubuhnya. "Yang ini saya buat pas 9/11. Waktu New York dihancurkan, saya langsung bikin tato ini, karena dunia saya pikir tidak sama lagi dan ternyata dunia benar-benar berubah. Setelah itu mulai ada bom Bali dan teroris," kata Jrx.
Melongok ke belakang, Jrx mengaku mendapatkan tato pertamanya sejak kelas dua SMA. "Waktu itu saya baru punya band. Jadi, saya terinspirasi tato tribal-nya Anthony 'Red Hot Chili Peppers'," kenang Jrx. "Emang waktu itu saya belum terlalu paham dengan konsep tato seperti apa, tapi saya hanya berpikir ini keren saja," sambungnya.
Pilihan tato pertamanya itu, menurut Jrx, hanya sebatas pengin keren-kerenan saja. "Waktu itu memang lagi tren tribal. Karena belum ada internet, referensi saya dari TV sama majalah-majalah yang saya dapat di jalan. Waktu itu, cukup susah dapatin majalah luar. Akhirnya, saya baru sadar kalau tato ternyata banyak konsepnya, ada yang old school segala macam," ujarnya.
Ngomong-ngomong, apa masih berniat membuat tato baru lagi di tubuhnya? "Saya bakal tato sebuah mesin motor di perut saya. Di Sanur, ada artis tato. Namanya Kaga, yang spesialis tato black and grey. Jadi, saya rasa, kalau di perut saya ditato mesin motor itu bakal keren hasilnya," tutup Jrx.

Senin, 14 Maret 2011

Superman Is Dead Tak Agungkan Alkohol

Mengenai kabar bahwa di facebook Superman Is Dead atau SID menyarankan penggemar yang masih muda untuk tidak meminum alkohol di bantah oleh penggebuk drum, Jerinx. Menurutnya dia tidak pernah membicarakan masalah alkohol seperti itu. Baginya itu merupakan masalah pribadi dari masing-masing individu.
"Kita enggak pernah membicarakan masalah alkohol," ujarnya saat dijumpai di Kantor Sony Music, Jl. Johar Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/1).
Jerinx mengatakan bahwa SID memang pernah menulis lagu yang mempunyai pesan mengenai dampak buruk alkohol jika meminumnya secara berlebihan.
"Ada di sebuah lagu yang judulnya Goodbye Whisky, yang pesan moralnya boleh minum tapi jangan merusak diri," paparnya.
Pria yang mempunyai tato banyak ini juga menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengagung-agungkan alkohol baik dalam perilaku maupun di lirik-lirik mereka. Baginya pria peminum dan bukan sama saja dan tidak ada hal keren saat meminum alkohol.
"Kita engga pernah beranggapan pria yang minum lebih keren dari yang engga minum, kita berpikiran semuanya sama saja. Kita juga enggak pernah mengagung-agungkan alkohol," tegas Jerinx.

Kamis, 10 Maret 2011

Superman Is Dead, Band Yang Selalu Menyuarakan Perdamaian

Superman Is Dead (disingkat SID) adalah sebuah grup musik dari Bali, bermarkas di Poppies Lane II - Kuta. Grup musik ini beranggotakan tiga pemuda asal Bali, yaitu: Bobby Kool sebagai gitaris dan vokalis, Eka Rock sebagi bassis, dan Jerinx sebagai drummer.
Pada awal mula kemunculan, sekitar akhir tahun 1995, SID terpengaruh gaya musik dari band-band asing seperti Green Day dan NOFX. Di kemudian hari, inspirasi musikal SID bergeser ke genre Punk 'n Roll à la grup musik Supersuckers, Living End dan Social Distortion.
Penggemar Superman Is Dead disebut Outsiders bagi yang laki-laki dan Lady Rose bagi yang perempuan.

Sejarah

Superman Is Dead yang biasanya dipanggil SID terbentuk pada tahun 1995. Awal mula terbentuknya SID (Superman Is Dead) dimotori oleh anggota band heavy metal thunder bernama Ari Astina sering dipanggil Jerinx yang ingin membentuk band baru. Dan drummer band new wave punk diamond clash Budi Sartika yg biasa dipanggil Bobby Kool yang ingin menjadi gitaris dan vokalis.
Jerinx dan Bobby bertemu di Kuta Bali. Kedua orang itu kemudian sepakat untuk membentuk sebuah band. Pada saat itu bass masih diisi oleh additional bassist bernama Ajuzt. Band mereka pada awalnya membawakan lagu-lagu dari Green Day.
Hari berganti hari datanglah personil baru yang bernama Eka Arsana panggilannya Eka Rock. Eka menjadi resmi sebagai personil SID. Dulu nama bandnya bukan Superman Is Dead tetapi Superman Is Silver Gun. Kemudian karena nama Superman Is Silver Gun kurang cocok bergantilah menjadi Superman Is Dead atau SID. Superman Is Dead mempunyai arti yaitu bahwa manusia yang sempurna hanyalah illusi belaka dan imajinasi manusia yang tidak akan pernah ada.
Nama : Eka Rock Tempat/tgl lahir : Negara, 8 Februari 1975 Pendidikan : Sastra Inggris, Faksas Unud
Nama : Bobby Kool Tempat/tgl lahir : Denpasar, 8 September 1977 Pendidikan : Sastra Inggris, Faksas Univ. Warmadewa Denpasar
Nama : Jerinx Tempat/tgl lahir : Kuta, 10 Februari 1977 Pendidikan : Fakultas Ekonomi, Undiknas Denpasar

Album

Kuta Rock City

Kuta Rock City dirilis secara resmi pada Maret 2003 dibawah label Sony Music Indonesia. Dengan single-single andalannya yaitu Punk Hari Ini dan Kuta Rock City yang kental dengan pengaruh Green Day dan NOFX langsung membuat nama SID disejajarkan dengan band-band rock.Selain beberapa lagu baru, SID juga menambahkan beberapa lagu lama dari album indie mereka tetapi dengan aransemen yang lebih baik dan baru. Album perdana SID ini langsung melambungkan nama SID sebagai band pendatang baru terbaik. Selain itu pula, ini merupakan langkah pertama SID di mayor label yang menimbulkan beberapa kontroversi di kalangan punk.

The Hangover Decade

Album yang dirilis tahun 2005 ini merupakan penanda 10 tahun SID berdiri. Di album keduanya SID masih mengambil jalur Punk seperti pada album Kuta Rock City, Di Album ini SID kembali memasukkan beberapa lagu lamanya seperti Long Way to The Bar, TV Brain, dan Bad bad bad.

Black Market Love

Album ketiga ini terkesan lebih dewasa, dengan lirik yang bercerita tentang kemarahan alam, keserakahan manusia, keadaan sosial dan politik. Dengan memasukkan unsur-unsur alat musik seperti akordion, trompet dan keyboards, seperti pada lagu Bukan Pahlawan dan Menginjak Neraka. Album ini dirilis tahun 2006.

Angels & the Outsiders

Album keempat yang dirilis tahun 2009 pada mayor label ini mengesankan bahwa semakin dewasanya SID. Masih seperti album sebelumnya, SID tetap mengandalkan lirik sosial dan perlawanan terhadap penindasaan. Album kali ini SID masih memainkan musik punkrock dengan sentuhan rock n' roll. Album SID ini menuai keberhasilan. Salah satunya adalah SID berhasil diundang ke Warped Tour Festival di Amerika Serikat dan melaksanakan tour di beberapa kota di USA. Ini merupakan keberhasilan SID karena merupakan satu-satunya band Indonesia dan band kedua di Asia yang dipanggil ke Warped Tour walaupun album mereka tidak dirilis di USA.

Ada Pertanyaan Kenapa SID selalu menyuarakan lagu-lagu perdamaian?
Menurut SID : Di Indonesia, menyuarakan perdamaian secara frontal itu butuh nyali karena masih ada banyak kekuatan yang sengaja menebar kebencian dan perang demi kepentingan kelompoknya. Kami memilih tema-tema seperti itu karena melihat perdamaian dan kemerdekaan sesungguhnya belum terwujud di negara ini. Rakyat hidup dalam ketakutan.

Superman Is Dead Senang Bisa Beri Semangat Kaum Trans Gender

Saat ditanya mengenai pernikahan drummer Superman Is Dead, Jerinx menolak untuk menjawab. Baginya pertanyaan ini tak ada kaitan dengan bandnya. Jerinx yang jarang membahas masalah pasangan atau pacar banyak disalah tafsirkan bahwa dirinya seorang gay. "Banyak yang bilang saya gay karena saya engga pernah membicarakan masalah pasangan atau pacar," ujarnya saat dijumpai di Kantror Sony Music Jl. Johar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/1).
Dengan adanya pemberitaan serta omongan seperti itu ditepis oleh Jerinx. "Kalau ada yang bilang di depan aku ya dia masalah buat aku,"
paparnya. Lagu-lagu SID yang menyuarakan kesetaraan dan sosial membuat mereka mempunyai penggemar dari kalangan trans gender. Jerinx merasa senang bahwa lagu-lagu SID bisa memberikan semangat untuk para kaum minor ini. "SID punya lumayan penggemar trans gender, kalangan lesbi dan gay.
Banyak yang mengucapkan terima kasih karena mereka merasa bersemangat dengan lirik lagu yang kita buat," tukasnya.